Apa perbedaan di Antara HIV dan AIDS?
Sering kali HIV/AIDS tertulis dan disebut sebagai satu istilah. Akan tetapi HIV dan AIDS mempunyai arti yang berbeda.
HIV merupakan singkatan dari “Human Immunodeficiency Virus”. Virus ini merupakan virus yang dapat menyebabkan AIDS. Jika anda terinfeksi HIV, anda akan dikatakan sebagai HIV positif.
HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, yang mana adalah pertahanan tubuh terhadap penyakit. Jika sistem kekebalan tubuh seseorang telah dirusak oleh virus, maka akan mengembangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Ini berarti mereka akan mendapatkan infeksi dan penyakit yang mana tubuh mereka biasanya bisa melawan.
Didiagnosa menderita HIV bukan berarti seseorang memiliki AIDS atau mereka akan meninggal.
Perawatan akan memperlambat kerusakan pada sistem kekebalan tubuh sehingga orang dengan HIV dapat tetap baik, hidup sehat dan memuaskan.
Bagaimana cara penularan HIV?
HIV terdapat dalam cairan tubuh yaitu, darah, sperma (air mani), cairan vagina dan air susu ibu. HIV hanya ditularkan kalau cairan tubuh seseorang HIV positif masuk ke dalam aliran darah orang lain.
HIV hanya dapat ditularkan melalui:
- Seks tanpa pengaman (seks tanpa kondom)
- Pemakaian bersama jarum dan peralatan lain untuk menyuntik obat.
- Tindik atau tattoo yang tidak steril.
- Ibu dan anak selama masa kehamilan, persalinan dan menyusui.
- Transfusi darah dan atau produk darah di beberapa negara lain. Di Australia, transfusi darah dan produk darah termasuk aman.
HIV tidak dapat ditularkan melalui:
- Batuk
- Bersin
- Meludah
- Berciuman
- Menangis (air mata)
- Alat-alat makan dan piring
- Seprei dan sarung bantal
- Toilet dan kamar mandi
- Melalui kontak sosial biasa.
- Serangga, seperti nyamuk misalnya.
Bagaimana saya meghindari HIV?
Seks
HIV dapat ditularkan melalui luka yang tak terlihat dan goresan pada permukaan vagina, penis atau anus ketika berbungan seks tanpa kondom (seks tanpa kondom) dengan orang yang memiliki HIV.
Untuk menghindari tertularnya HIV, lakukanlah seks secara aman:
Menggunakan kondom dan pelicin berbahan dasar air (‘water based’) seperti ‘KY jelly’ atau ‘Wetstuff’ (bersifat basah) setiap berhubungan seks melalui lubang anus atau vagina. Ini juga melindungi Anda dari sebagian besar infeksi menular seksual lainnya.